Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Inilah Penyebab ‘Low Back Pain’

490
dok: activeptandsports
dok: activeptandsports

Jakartakita.com: Tanpa disadari, kegiatan sehari-hari bisa mengancam kesehatan tubuh, salah satunya adalah low back pain atau nyeri pada punggung bawah yang merupakan salah satu penyebab gangguan neuropati. Selain menyebabkan sakit di area belakang tubuh, postur tubuh bisa terganggu.

Artikel Terkait
1 daripada 12

Berikut adalah aktivitas sehari-hari yang dapat memicu terjadinya neuropati akibat ‘low back pain’:

  •  Membawa Beban Berat. Usahakan jangan membawa beban yang terlalu berat kalau tidak mau terkena gangguan ‘low back pain’. Beban ideal yang aman dibawa adalah 10 persen dari berat tubuh Anda. Menggendong anak juga beresiko low back pain, apalagi kalau anak sering bergerak. Gerakan yang terlalu aktif bisa menyebabkan salah urat.
  • Menggunakan high heels. Hak sepatu yang tinggi memang dapat menunjang penampilan wanita. Tapi, penggunaan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sakit punggung dan memberikan tekanan berlebih pada tumit dan lutut.
  • Duduk berjam-jam di depan computer dapat mengganggu postur tubuh yang menyebabkan sakit pada otot punggung karena tidak aktif bergerak. Duduk juga memberikan 50 persen beban tubuh pada tulang belakang. Jika pekerjaan menuntut Anda untuk duduk berlama-lama, pastikan posisinya benar, tidak terlalu membungkuk dan tidak terlalu tegak.
  • Stres. Jika pikiran stres, seluruh tubuh akan ikut stres. Otot pada bagian belakang dan leher akan ikut menegang. Jika Anda terus stres, otot-otot tersebut jadi tak bisa rileks dan menyebabkan sakit. Melakukan olahraga, meditasi, dan mandi air hangat dipercaya bisa mengurangi stres.
  • Olahraga. Kurangnya aktifitas fisik merupakan faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena nyeri punggung. Keadaan ini diperberat dengan kebiasaan olahraga berlebihan hanya di akhir pekan. Disarankan setidaknya melakukan latihan dasar untuk penguatan tubuh 15 menit setiap hari serta pemanasan agar otot-otot dan sendi lebih siap ketika kita berolahraga lebih intens di akhir pekan.
  • Obesitas. Berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan tulang belakang tidak mampu menyokong beban yang terlalu berat.
  • Kehamilan. Sama dengan obesitas, pada usia kehamilan tertentu, ibu hamil rawan terkena low back pain.

Selain aktivitas di atas, penyakit serius yang dialami oleh seseorang juga dapat menyebabkan ‘low back pain’.


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?
Powered by