Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Ini Alasan Mengapa Valentine Tak Lengkap Tanpa Cokelat

540
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Setiap hari Valentine atau hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari, cokelat menjadi alah satu komoditi yang paling dicari di seluruh dunia. Penjualan cokelat pun menjadi laris-manis. Orang-orang berbondong-bondong membeli cokelat untuk dijadikan hadiah kepada orang terkasih.

Para produsen cokelat pun berlomba-lomba untuk memberikan sentuhan istimewa di hari Valentine. Nuansa pink dan bentuk hati mendominasi kemasan cokelat.

Hampir semua orang tahu kalau Valentine identik dengan cokelat. Namun tak banyak yang tahu bagaimana awal mulanya cokelat dijadikan simbol kasih sayang.

Artikel Terkait
1 daripada 3

Menurut sejumlah literatur, sejarah cokelat sebagai sebuah makanan yang menjadi lambang kasih sayang dapat ditelusuri sejak era masuknya cokelat ke Eropa pada sekitar tahun 1600-an. Pada saat itu Madame du Barry yang merupakan istri dari raja Louis IV memberikan minuman cokelat pada suaminya sebagai stimulan. Pada saat itu cokelat hanya dinikmati sebatas oleh anggota kerajaan saja namun sudah merupakan salah satu simbol cinta.

Hubungan antara cokelat dengan hari valentine sepenuhnya terjadi karena kebetulan semata. Hal itu terjadi seiring meningkatnya cokelat sebagai makanan yang cukup populer bagi masyarakat serta penetapan hari valentine sebagai sebuah hari libur. Pada tahun 1837, ratu Victoria menjadikan hari valentine sebagai sebuah perayaan dan hal ini disambut dengan sangat meriah oleh rakyatnya.

Hubungan dengan cokelat terjadi pada tahun 1861 ketika perusahaan bernama Cadbury sudah berhasil membuat cokelat yang bisa dimakan serta meletakkannya pada sebuah kotak berbentuk hati dengan hiasan berupa cupid dan kelopak mawar. Tempat yang indah ini menjadi sebuah terobosan karena ketika cokelat telah dimakan habis, kotaknya masih dapat digunakan sebagai penyimpanan bagi benda-benda lain. Tentu saja bentuk yang unik ini menjadi sebuah pilihan bagi pasangan kekasih sebagai hadiah yang indah untuk valentine.

Cokelat mulai berkembang dan semakin identik dengan valentine. Ketika pada tahun 1907, Hershey membuat cokelat manis dalam bentuk tetesan air mata dan diberi nama sebagai “kisses”. Seiring dengan waktu, semakin banyak produsen cokelat yang berinovasi dengan produk mereka ketika hari Valentine tiba. Pada saat ini, cokelat merupakan makanan yang digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta ketika hari valentine tiba.


Pasang Iklan Gratis @ jakartakita.com - klik iklan.jakartakita.com

Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?