Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Gandeng Musisi Badai Kerispatih, Dr. Eklendro Senduk Rilis Singel ‘Mengapa Harus Bertemu’

590
foto : jakartakita.com/edi triyono

Jakartakita.com – Meski telah lama malang melintang sebagai dokter kecantikan, tidak membuat lelaki kelahiran Manado yang bernama lengkap Dr. Eklendro Senduk, Dipl. AAAM, M. Kes ini meninggalkan hobi menyanyinya.

Walaupun dengan kesibukannya sebagai seorang dokter kecantikan, dirinya masih sempat merilis sebuah single perdana berjudul ‘Mengapa Harus Bertemu’ ciptaan musisi Badai Kerispatih.

Dokter kecantikan yang telah memiliki 20 klinik kecantikan dengan merek dagang Ekle’s ini mengaku telah lama mencintai dunia menyanyi.

Bahkan ia juga memiliki kemampuan olah vokal dan bermusik layaknya penyanyi profesional.

Saat ditemui di salah satu gerai kecantikan miliknya di kawasan Plaza Indonesia, Rabu (20/11), Dr. Eklendro Senduk menuturkan, jika single perdananya ini dipercayakannya kepada Badai eks Grup Band Kerispatih, karena selain menyukai lagu-lagu ciptaannya, Badai juga mempunyai kurasi yang tinggi terhadap penyanyi yang membawakan lagu-lagunya.

“Menyanyi adalah salah satu hobi saya sejak kecil. Saya dulu sering mengikuti beberapa festival dan lomba menyanyi. Sejak ketemu Badai dan dengar lagu-lagunya saya suka banget, makanya saya coba kontak dan ternyata cepat prosesnya,” ujarnya.

Diakuinya, dalam penggarapan single ‘Mengapa Harus Bertemu’, ia sangat menikmati proses penggarapan yang dilakukan Badai.

Tanpa kesulitan yang berarti, lagu tersebut mampu diselesaikannya dengan cepat dan semua arahan yang diberikan Badai dapat dikerjakan dengan berhasil.

Artikel Terkait
1 daripada 9

“Bulan lalu kami bertemu Badai, lalu nge-jam bareng. Mungkin dia suka dengan karakter suara saya, lalu dibikinkan single, rekaman dan bikin video klip, prosesnya semua berjalan dengan cepat dan tanpa halangan,” ungkapnya.

Mengomentari hal tersebut, Badai mengungkapkan, “Sebagai musisi, siapapun yang mencintai dunia musik dan dunia menyanyi asalkan dia punya kredibilitas dalam bidang itu, saya akan percayakan lagu saya. Jadi tak sekedar hanya bisnisnya, sama-sama menguntungkan saja. Tapi yang terpenting, orangnya bisa melakukan dengan baik sesuai akurasi ketat saya. Tetapi kalau ada orang yang memiliki kemauan dan kemampuan seperti dokter ini, menurut saya wajib di fasilitasi.”

Lebih lanjut diungkapkan, dalam men-direct Dr. Eklendro Senduk, Badai juga menggunakan vocal director, meskipun dirinya tetap berada di studio ketika sang dokter rekaman take vocal-nya.

Dan hebatnya, Dr. Eklendro Senduk cepat menangkap apa yang menjadi arahannya.

“Dokter Eklendro benar-benar take vocal-nya tidak pakai edit-editan segala macam. Kalau merapikan pasti semua penyanyi rekaman juga melakukannya. Tapi pak dokter ini benar-benar take vocal dan merasakan panasnya ruangan itu seperti apa. Mungkin saat di direct-nya lebih capek take vocal di studio dari pada merapikan wajah di klinik … ha … ha…ha …,” imbuh Badai.

Singkat cerita, lewat proses seminggu penuh, single perdana yang telah lama diidamkan dokter kecantikan ini, mampu diselesaikannya dengan baik.

Sebuah lagu yang menyayat hati yang menceritakan tentang perjalanan cinta seseorang yang akhirnya harus berpisah, dipilihnya menjadi single perdana untuk memantapkannya terjun ke industri musik tanah air.

Sebuah single yang sangat pas dengan karakter vokal dokter Eklendro yang membawa pesan sakitnya patah hati.

“Single ini memang saya ciptakan pertama kalinya dengan seorang praktisi medis. Kebetulan dokter ini sangat suka dengan karya saya yang galau-galau seperti ini. Dan lagu ‘Mengapa Harus Bertemu’ sesungguhnya menggambarkan perjalanan cinta yang dialami dan dipertanyakan banyak orang,” tandas Badai. (Edi Triyono)


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com