Jakartakita.com
Berita Jakarta, Info Jakarta Terkini, Berita Nasional, Bisnis Jakarta

Kasus Covid-19 Naik, ‘Madu Hijau’ Laris Manis

3,322
foto : istimewa

Jakartakita.com – Seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19, masyarakat awam banyak yang melirik pengobatan herbal dan zat-zat alami dari alam.

Artikel Terkait
1 daripada 69

Hal ini berdampak pada meningkatnya permintaan dan pembelian produk herbal dalam jumlah yang besar, salah satunya produk Madu Hijau yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh buat yang mengkonsumsinya.

“Sejak wabah virus Corona melanda, produk Madu Hijau sangat laris bahkan pernah sampai kehabisan stok. Hal itu terjadi karena manfaatnya yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh agar virus corona tak menjalar dan mengkomplikasi kan penyakit yang telah di derita customer, seperti diabetes, paru-paru dan ginjal. Bukan hanya itu saja, pada penderita lambung kronis, Madu Hijau dapat menetralisir gerd yang menjalar ke pernapasan, dada berdebar, perih, mual dan psikosomatis,” kata Hizrah Bacan selaku owner dari PT Herbal Putih yang memproduksi Madu Hijau, dalam keterangan pers, Selasa (13/7).

Lebih lanjut, pria yang juga berprofesi sebagai penyanyi dan musisi yang pernah diisukan menjalin asmara dengan pedangdut Dewinta Bahar ini mengungkapkan, diburunya produk Madu Hijau lantaran mempunyai kandungan dari beberapa daun herbal yang dipadukan sebagai zat anti virus dan bakteri, diantaranya; daun Afrika, kelor dan saga, plus madu trigona yang mampu meningkatkan imunitas tubuh untuk menangkal radikal bebas.

“Selain itu, akar bajakah, katanya terbukti bisa mengatasi kanker dan infeksi pada saluran pernafasan yang banyak di derita oleh penderita virus covid-19 varian Delta,” jelasnya.

Produksi Madu Hijau sendiri, menurut Hizrah, yang merupakan seorang praktisi herbal dan musisi Betawi Ora, lahir dari idenya sendiri yang kemudian dikembangkan bersama tim anak bangsa, dengan kreativitas dan penelitian bersama para mahasiswa di salah satu universitas di Bogor yang didukung oleh para dosen dan ahli gizi, yang diawasi langsung oleh lembaga farmasi. Dan tak tanggung-tanggung, hasilnya telah mendapatkan sertifikasi pengolahan madu herbal terbaik di Indonesia.

Adapun warna hijau pada produk Madu Hijau merupakan zat hijau daun yang berasal dari puluhan daun herbal serta ramuan daun kelor, daun saga, daun sirih, dan spirulina yang memiliki peranan penting untuk membersihkan racun di dalam lambung, usus, darah dan lever. Selain untuk mengatasi penyakit lambung, Madu Hijau juga berkhasiat mengatasi berbagai penyakit lainnya.

Ditambahkan, berdasarkan riset, setiap tetes Madu Hijau mengandung terpenoid, steroid, tannin, alkonoid, fenolik, dan saponin yang merupakan kandungan alami dari akar bajakah sebagai zat anti kanker dan peradangan.

Seperti diketahui, akar bajakah merupakan tanaman langka yang berasal dari hutan pedalaman Kalimantan sebagai resep pengobatan kuno suku Dayak untuk mengobati berbagai penyakit kronis sejak ratusan tahun silam.

“Madu Hijau produksi kami telah lulus uji klinis, terdaftar di BPOM dan memiliki sertifikasi halal dari MUI. Jangan sampai tertipu dengan madu hijau palsu yang ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibawah takaran 210 gram per botol, dengan menggunakan desain kemasan yang mirip,” tegas Hizrah.

Madu hijau yang asli, tutur Hizrah, dijual seharga Rp 250 ribu yang dapat dipesan melalui toko-toko online resmi, salah satu nya di toko Madu Hijau Store. (Edi Triyono)


Pasang Iklan Gratis @ jakartakita.com - klik iklan.jakartakita.com

Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?