Take a fresh look at your lifestyle.

‘The Glass Room: Misinformation Edition’ Dipamerkan di Jakarta untuk Pertama Kalinya

0 1,715
foto : dok. Goethe-Institut Jakarta

Jakartakita.com – “The Glass Room: Misinformation Edition“, sebuah pameran pop-up mengenai data dan privasi, siap digelar di Jakarta untuk pertama kalinya.

Pameran mini itu dibuka untuk umum dari tanggal 28 Januari – 26 Februari 2023 di perpustakaan Goethe-Institut Jakarta.

Melansir siaran pers yang diterima Jakartakita.com, Jumat (27/1) disebutkan, “The Glass Room: Misinformation Edition” dikembangkan oleh LSM internasional Tactical Tech yang berbasis di Berlin.

Instalasi swabelajar baru ini mendalami apa itu misinformasi, kenapa misinformasi dibagikan, dan bagaimana misinformasi menyebar.

Proyek ini menyediakan pengalaman interaktif untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dan platform media sosial membentuk informasi yang kita lihat, kita konsumsi, dan kita bagikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pameran ini terdiri dari aplikasi dan poster-poster yang mendorong pengunjung untuk mempertanyakan informasi yang mereka terima secara daring dan membantu mereka menemukan misinformasi dalam berbagai kedoknya.

Pengunjung diajak mencari tahu kenapa identifikasi berita palsu tidaklah semudah kedengarannya.

Related Posts
1 daripada 3,299

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menyelami dunia deep fakes, yang sekarang begitu realistis sehingga nyaris mustahil dideteksi.

Pada waktu pameran, para pengunjung juga dapat mengambil Data Detox Kit, sebuah panduan cetak yang mudah dibaca seputar data dan privasi, sehingga pengunjung dapat belajar mengambil langkah-langkah praktis untuk memperbaiki kehidupan digitalnya.

Stephanie Müller, Kepala Bagian Informasi Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru menyampaikan, “Dengan membawa pameran ini ke Jakarta, kami berharap perpustakaan Goethe-Institut Jakarta dapat berperan dan berkontribusi dalam mengembangkan literasi digital tentang cara menyaring informasi yang kita konsumsi secara daring, dan ini merupakan bagian dari upaya melawan misinformasi dan disinformasi.”

Pameran dapat dikunjungi selama jam buka perpustakaan (kecuali pada hari libur nasional): Senin-Jumat dari pukul 11.00-21.00, Sabtu dari pukul 11.00- 19.00, dan Minggu dari pukul 11.00-15.00.

The Glass Room sendiri, berawal sebagai pameran skala besar yang berkeliling dari Berlin ke New York, London, dan San Fransisco antara tahun 2016 dan 2019.

Meningkatnya kebutuhan akan intervensi publik dan informasi mengenai teknologi melahirkan Glass Room Community Edition, sebuah pameran pop-up berbobot ringan yang dapat dikirim ke ruang-ruang komunitas, sekolah, perpustakaan, dan festival di seluruh dunia.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, “Misinformation Edition” telah diadakan di 19 negara di Eropa, di beragam lokasi seperti perpustakaan, sekolah, etalase toko, stasiun kereta api, dan juga sebagai pameran keliling di mobil van, dengan 30.000 pengunjung di seluruh Eropa.

Adapun proyek ini turut dibiayai oleh Uni Eropa.

Tinggalkan komen