Take a fresh look at your lifestyle.

SOS Children’s Villages Gaungkan Kampanye Hari Keluarga Nasional 2024 dengan Tema “Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai #DimulaiDariKeluarga”

0 2,866

Jakartakita.com – Di era digital ini, penggunaan gawai dan akses internet pada anak mengalami peningkatan yang signifikan. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, 30% anak di usia 1-4 tahun sudah menggunakan gawai juga mengakses internet dan 45% anak usia 4-5 tahun.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan pada perkembangan anak. Melihat situasi ini, SOS Children’s Villages, organisasi nirlaba internasional yang bergerak di bidang pengasuhan anak, menggaungkan kampanye Hari Keluarga Nasional dengan tema “Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai #DimulaiDariKeluarga”. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya membangun hubungan berkualitas dengan anak melalui interaksi, menggali potensi, dan menstimulasi perkembangan anak tanpa terpaku pada gawai.

Foto: Istimewa

Konsep “Digital Parenting” yang diperkenalkan oleh Mascheroni dkk (2018) menjadi focus utama dalam kampanye ini. Digital parenting mengacu pada bagaimana orang tua terlibat dalam penggunaan teknologi digital oleh anak dan bagaimana orang tua menggunakan teknologi digital dalam kegiatan sehari-hari, termasuk dalam pengasuhan anak.

Kampanye ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan BKKBN, yang menekankan bahwa pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, nutrisi, kesejahteraan, dan keamanan anak, tetapi juga mengacu pada pengasuhan responsif (responsive caregiving) dan pembelajaran dini (early learning).

Related Posts
1 daripada 5,309

SOS Children’s Villages juga menjalin kerjasama dengan berbagai mitra, seperti Hankyu Hanshin Properties Corp, Agung Podomoro Land, Neo Soho Mall, Harris Hotels, Share Our Heart, Alana, Rockstar Academy, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi DKI Jakarta, dan Cahaya Inspirasi Anak (CIA) untuk menyukseskan kampanye ini.

National Director SOS Children’s Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo, mengungkapkan, “Meskipun kekhawatiran akan dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan pada perkembangan anak semakin meningkat. Namun kita juga perlu menyadari bahwa teknologi digital juga dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk pembelajaran dan pengembangan anak. Kuncinya adalah dengan menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Peran orang tua perlu menjadi sangat krusial bagi anak dalam penggunaan teknologi digital ini. Mari kita ajarkan anak-anak untuk menggunakan gawai dengan bijak dan memanfaatkan internet untuk hal-hal yang positif #DimulaiDariKeluarga,” UCAP Gregor Hadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (2/7/2024).
“Di keluarga saya, quality time biasanya yang disepakati bersama dengan anak. Biasanya, anak yang menentukan apa yang ingin dilakukan bersama dan kapannya. Apa yang kami sepakati ini menjadi komitmen tiap anggota keluarga agar kami tetap mendapatkan waktu berkualitas bersama anak-anak,” kata Mega Anissa, Pelatih Pendidikan, Keluarga Kita.

“Trust, bonding, dan understanding adalah tiga hal yang anak butuhkan dari keluarga. Inilah memotivasi anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang menjadi versi terbaik mereka. Dengan menghabiskan 1 jam tanpa gawai bersama keluarga, ketiga pilar tersebut tumbuh semakin kuat di antara anggota keluarga,” jelas Iatri Mahaga Sari, Mental Health and Psychosocial Support SOS Children’s Villages International.

“Dukungan dari keluarga menjadi kekuatan untuk saya, terutama kepada kepercayaan diri dan bagaimana saya berperilaku kepada lingkungan dan sekitar di kemudian hari. Kasih sayang tulus dan ikhlas dari keluarga, yang membuat saya merasa sangat dicintai dan benar-benar akhirnya menginspirasi untuk menyebarkan kasih juga ke sekitar,” lanjut Adinda Cresheilla, public figure dan Putri Indonesia Pariwisata 2022.

Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak, sebagai berikut:
 Melakukan “Satu Jam Tanpa Gawai” bersama anak setiap hari untuk membangun hubungan berkualitas dan interaksi yang lebih intens.
 Memanfaatkan gawai dengan bijak dan mendampingi anak saat menggunakannya.
 Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan anak, dengan menyediakan berbagai aktivitas dan permainan edukatif.
 Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan digital parenting.
Mari bersama kita ciptakan generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui pengasuhan yang berkualitas dan penuh kasih sayang.

Tinggalkan komen