Zamroni Vanath Resmi Bergabung ke NasDem, Buka Babak Baru Politik di Maluku
Jakartakita.com – JAKARTA (5 Mei) — Dinamika politik di Maluku kembali bergerak. Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku, Zamroni Syafiy Vanath, resmi bergabung dengan Partai NasDem. Keputusan ini sekaligus menandai langkah baru dalam perjalanan politiknya.
Prosesi bergabungnya Zamroni ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta penyematan jaket Partai NasDem oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, di NasDem Tower, Selasa (5/5/2026).
Dalam keterangannya, Zamroni menjelaskan bahwa keputusannya meninggalkan PSI bukan karena konflik internal, melainkan sebagai bagian dari pilihan politik yang telah dipertimbangkan secara matang.

Ia menilai Partai NasDem memiliki nilai, arah, serta rekam jejak yang sejalan dengan pandangannya tentang pembangunan dan masa depan Indonesia.
Selama memimpin PSI Maluku, Zamroni mengaku menemukan adanya perbedaan cara pandang politik di internal partai. Hal tersebut mendorongnya untuk mencari ruang perjuangan baru yang dirasa lebih sesuai.
Menurutnya, kepemimpinan Surya Paloh menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkah tersebut. Ia melihat adanya kesamaan pandangan, baik dalam konteks nasional maupun di tingkat daerah Maluku.
Zamroni juga menegaskan bahwa keputusannya diambil secara pribadi, tanpa adanya persoalan dengan pihak sebelumnya.
Tak hanya bergabung seorang diri, ia menyampaikan rencana untuk mengajak kader serta jaringan yang selama ini bersamanya untuk turut merapat ke Partai NasDem. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kesinambungan gerakan politik yang telah dibangun.
Dalam waktu dekat, ia akan melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan para loyalis di Maluku guna menyatukan langkah dalam wadah baru.
Lebih jauh, Zamroni melihat Partai NasDem sebagai ruang yang tepat bagi generasi muda untuk berkontribusi. Dengan pengalaman politik yang matang serta figur kepemimpinan yang kuat, ia optimistis NasDem dapat terus berkembang di Maluku.
Langkah ini dinilai berpotensi memberikan warna baru dalam peta politik di Maluku, seiring bergabungnya kekuatan baru ke dalam Partai NasDem.
