APSMI Dorong Literasi Kesehatan untuk Perkuat Self-Care di Asia-Pasifik
Jakartakita.com – Memperingati International Self-Care Day, Asia-Pacific Self-Medication Industry (APSMI) menekankan pentingnya peningkatan literasi kesehatan sebagai fondasi praktik self-care atau perawatan diri yang bertanggung jawab guna memperkuat sistem kesehatan di kawasan Asia-Pasifik.
Mengutip laporan Global Self-Care Federation (GSCF) 2026, APSMI menyebut praktik self-care yang dilakukan secara tepat mampu menghemat biaya sistem kesehatan global hingga US$144 miliar per tahun, menghemat 2,2 miliar jam pelayanan dokter, menghasilkan 43,6 miliar hari produktif, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Chairman APSMI, Rachmadi Joesoef, mengatakan manfaat tersebut dapat meningkat hingga 50 persen pada 2040 apabila didukung kebijakan yang memperkuat literasi kesehatan, akses terhadap obat bebas (OTC) yang berkualitas, serta regulasi yang kondusif.
“Self-care yang bertanggung jawab dimulai dari literasi kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan untuk mengelola gangguan kesehatan ringan dengan tepat, mereka tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan pribadi, tetapi juga membantu sistem layanan kesehatan fokus pada pasien yang membutuhkan penanganan medis kompleks,” ujarnya.

APSMI menegaskan bahwa swamedikasi bukan berarti mengonsumsi obat secara sembarangan. Masyarakat perlu memahami cara memilih obat bebas yang tepat, membaca petunjuk penggunaan, serta mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan tenaga medis.
Momentum International Self-Care Day juga menjadi bagian dari persiapan APSMI Bali Summit 2026 yang akan digelar pada 29 Oktober–1 November 2026. Forum tersebut akan mempertemukan regulator, pakar kesehatan, dan pelaku industri untuk membahas penguatan ekosistem self-care berbasis bukti ilmiah di kawasan Asia-Pasifik. (Risma)
