Jamu Tjap Nyonya Kaya Cabang Bogor, Hadirkan Jamu Tradisional dengan Konsep Modern dan Rasa Tanpa Pahit
Jakartakita.com – Minuman jamu kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan ramah bagi semua kalangan. Melalui konsep kafe yang nyaman, Jamu Tjap Nyonya Kaya menawarkan minuman herbal berbahan alami tanpa menghilangkan khasiatnya. Berbagai racikan jamu disajikan tanpa rasa pahit sehingga dapat dinikmati anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Owner Jamu Tjap Nyonya Kaya Cabang Bogor, Hendra Gustaman, menjelaskan bahwa dirinya bergabung sebagai mitra waralaba (franchise) setelah melihat potensi besar bisnis minuman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan.

Menurut Hendra, usaha ini berawal dari kebiasaan sang pendiri di Tangerang yang meracik jamu untuk keluarga menggunakan bahan-bahan alami. Dari kebiasaan tersebut muncul ide untuk mengembangkan jamu menjadi sebuah bisnis yang lebih modern.
“Gerai pertama kami resmi dibuka melalui grand opening di Gading Serpong pada tahun 2024. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Setelah itu kami terus berkembang dengan membuka cabang di beberapa daerah, termasuk Samarinda, Batam, dan kini hadir di Bogor,” ujar Hendra saat ditemui awak media di Bogor, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengatakan, sejak awal pembukaan, banyak pelanggan yang datang bukan hanya untuk menikmati minuman, tetapi juga berkonsultasi mengenai jenis jamu yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka.
“Misalnya ada pelanggan yang sulit tidur, kami menyarankan jamu berbahan bunga telang yang dikenal membantu memberikan efek relaksasi. Ada juga yang mengalami batuk, kami merekomendasikan beras kencur karena kencur memiliki manfaat membantu meredakan tenggorokan,” jelasnya.
Keunikan Jamu Tjap Nyonya Kaya terletak pada cita rasanya yang tidak pahit, sehingga mengubah anggapan masyarakat bahwa jamu identik dengan rasa getir. Dalam proses produksinya, seluruh bahan yang digunakan merupakan rempah-rempah alami tanpa campuran bubuk instan. “Kami menggunakan kunyit, kencur, temulawak, serai, lengkuas, dan berbagai rempah asli yang diolah langsung sehingga kualitas dan manfaatnya tetap terjaga,” kata Hendra.
Sementara itu, Erna, selaku Area Manager, mengatakan bahwa tujuan utama usaha ini adalah menghadirkan produk sehat yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Jamu sudah terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun masih ada stigma bahwa jamu hanya untuk orang tua dan rasanya pahit. Karena itu kami menghadirkannya dengan teknik khusus sehingga tidak pahit dan bisa dinikmati semua usia,” ujarnya.
Sebelum memutuskan bergabung dalam bisnis tersebut, Hendra mengaku melakukan riset selama sekitar tiga bulan dengan membandingkan berbagai peluang usaha.
“Saya melihat usaha ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain itu, gaya hidup sehat kini semakin berkembang. Banyak orang mulai rutin berolahraga, menjaga pola makan, hingga menjalani diet. Kami ingin menjadi bagian dari gaya hidup sehat itu melalui minuman herbal,” tuturnya.

Untuk menarik minat generasi muda, Jamu Tjap Nyonya Kaya mengusung konsep kafe modern dengan suasana yang nyaman.
“Anak muda saat ini sering berkumpul di kafe sambil menikmati berbagai minuman yang umumnya tinggi gula dan pewarna. Kami ingin menghadirkan alternatif minuman yang lebih sehat dengan tempat yang nyaman untuk bersantai maupun bekerja,” tambah Hendra.
Ke depan, Jamu Tjap Nyonya Kaya berencana menambah variasi menu makanan sehat yang tetap sejalan dengan slogan mereka, yaitu ‘Sehat Alami dari Alam’.
Salah satu menu favorit pelanggan adalah Warisan Jamu Tjap Nyonya Kaya, yaitu racikan rempah lengkap yang terdiri atas temulawak, kunyit, kencur, lengkuas, dan serai. Minuman ini dipercaya membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, meningkatkan stamina, serta membantu mengurangi pegal dan kaku pada otot.
Untuk penyajian, jamu dingin disaring terlebih dahulu agar ampas tidak ikut tersaji, sedangkan jamu panas disajikan bersama sari rempah karena gelas yang digunakan telah dilengkapi penyaring.
Jamu Tjap Nyonya Kaya melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Beragam menu tersedia dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp9.000 hingga Rp45.000, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Foto: Jakartakita.com/Edi Triyono
