Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Indonesia Siapkan Skuadron Pesawat Tanpa Awak

33

Pesawat tanpa awakJakartakita.com: Kementerian Riset dan Teknologi akan membuat satu skuadron pesawat tanpa awak, untuk kepentingan sistem pertahanan nasional, tahun ini. Pendanaan proyek tersebut didanai sepenuhnhya oleh Kementerian Pertahanan.

“Pesawat tanpa awak merupakan pengembangan dari Hari Kebangkitan Nasional. Apalagi, Kementerian Pertahanan juga meminta untuk dibuatkan satu skuadron pesawat tanpa awak. Setidaknya pembuatannya untuk keperluan memata-matai,” kata Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta di Jakarta, Kamis (3/1) kemarin.

Guna merampungkan proyek tersebut, kata Gusti, Kemenristek akan mengajak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pasalnya, dua lembaga tersebut juga telah berpengalaman dalam membuat pesawat tanpa awak.

“Sejauh ini, LAPAN sudah membuat satu pesawat tanpa awak ukuran kecil. Sedangkan BPPT sudah mengembangkan tiga kelas pesawat tanpa awak yakni ukuran kecil, sedang dan besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa saat ini, Indonesia sudah tertinggal dalam pengembangan pesawat tanpa awak. Sebab, di luar negeri, pesawat tanpa awak sudah sering digunakan untuk memata-matai, bahkan berperang.

“Indonesia hanya memiliki sedikit pesawat tanpa awak. Dan kini fungsinya masih untuk membuat hujan buatan, serta pengamatan gunung berapi, yang berbahaya apabila dilakukan pesawat berawak. Selain itu juga digunakan untuk mengamati praktik ‘illegal fishing’ dan ‘illegal logging’,” paparnya.

Indonesia Kembangkan Tank dan Satelit

Tak hanya pesawat tanpa awak, Indonesia juga tengah melakukan pengembangan terhadap tank dan satelit.

“Indonesia juga tengah memelajari alat perang berat. Salah satunya tank,” kata Gusti.

“Panser kan kita sudah bikin. Sekarang kita akan pelajar tank,” imbuhnya.

Sementara soal satelit, lanjut Gusti, Indonesia juga tengah melakukan kerjasama dengan India. “Satelit tersebut nantinya akan dapat memotret Indonesia 24 kali sehari untuk keperluan pendataan daerah di Indonesia,” pungkasnya.(RRI)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: