Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Cegah Neuropati, Kenali Gejalanya

47

kesemutanJakartakita.com: Apakah Anda sering mengalami kesemutan, kram atau kebas pada tangan, kaki atau pinggang? Jangan anggap sepele! Siapa tahu Anda menderita neuropati atau kerusakan saraf.

Perlu dibedakan antara kesemutan setelah beraktifitas dengan kesemutan yang terjadi kapan saja walau tidak sedang beraktifitas. Kesemutan karena terlalu lama duduk bersila bukanlah neuropati, tapi karena penjepitan pembuluh darah, asupan darah terhambat sehingga menyebabkan kesemutan. Sedangkan kalau kesemutan akibat neuropati, kaki bisa tiba-tiba kesemutan atau kram padahal tidak ditekuk.

Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S., ketua umum PERDOSSI Pusat, memastikan neuropati dapat dicegah, dengan mengenali gejalanya terlebih dulu. Gejala neuropati sendiri sangatlah beragam, tergantung dari serabut saraf yang mana yang terkena neuropati, motorik, sensorik, atau otonom.

Menurut Prof. Hasan yang juga konsultan neurologis, neuropati yang menyerang saraf motoris ditandai dengan kelumpuhan, bila yang diserang saraf sensoris ditandai kesemutan, mati rasa atau rasa terbakar. Sedangkan jika menyerang saraf otonomis, penis penderita tidak bisa ‘bangun’ walau dirangsang atau dengan kata lain impotensi.

Mengenai pencegahan, Prof Hasan menyarankan perbaikan gaya hidup seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga serta mengonsumsi vitamin neurotropik yang terdiri atas vitamin B1, B6 dan B12 satu kali dalam sehari secara teratur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: