Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Orang Minder Beresiko Penyakitan?

69
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Apakah Anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri? Jika ya, maka Anda patut waspada. Karena penelitian terbaru menemukan fakta kalau orang minder beresiko penyakitan atau rentan terkena penyakit.

Seperti dilansir dari situs Womenshealthmag, seorang peneliti dari Bucknell University Jean M. Lamont menemukan fakta bahwa perasaan malu pada tubuh mempengaruhi kesehatan fisik. Pada akhir Juli lalu, ia menerbitkan temuannya dan menulis bahwa, ia menemukan hubungan antara citra diri yang buruk dan kesehatan fisik yang berkurang.

Lamont melakukan dua studi terpisah untuk memeriksa hubungan dari hipotesis yang dibuatnya. Dalam studi pertama, 177 mahasiswa perempuan menyelesaikan survei menilai rasa malu pada tubuh mereka dan respon tubuh. Mereka juga mengisi riwayat penyakit, gejala, kemampuan menghadapi penyakit.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasa malu pada tubuh sendiri dikaitkan dengan mudahnya mereka mengidap infeksi dan tingkat kesehatan yang lebih rendah.

Studi kedua berusaha untuk lebih akurat mengukur hubungan antara kesehatan fisik dan tubuh malu daripada yang pertama dengan mengendalikan faktor-faktor luar yang dapat menyebabkan baik rasa malu pada tubuh dan kesehatan yang buruk.

Untuk studi ini, 181 mahasiswa perempuan menyelesaikan kuesioner yang sama seperti kelompok pertama, tetapi mereka melakukannya dua kali selama tahun sekolah, bukan hanya sekali. Selain itu, depresi, merokok, dan indeks massa tubuh juga dinilai.

Setelah menganalisis, Lamont menemukan bahwa meskipun rasa ketidakpercayadirian pada tubuh tidak lagi terbukti berhubungan dengan gejala penyakit yang berlebihan, hal itu berkorelasi dengan infeksi dan peringkat kesehatan yang buruk.

Temuan Lamont ini seakan hendak memperkuat teori sebelumnya bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, Men Sana in Corpore Sano. Kenyataan bahwa hampir dari semua penyakit di dunia ini timbul dari pikiran yang kusut. Makanya para ahli menganjurkan kita agar menghindari penyebab stress,

Nah, kini Anda punya alasan untuk tidak minder lagi bukan? Buat apa minder kalau hanya akan menyakiti diri sendiri. Yang harus Anda ingat, bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi buat apa minder?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: