Info Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Sejarah Lengkap ‘Kuda Jingkrak’ di Museo Enzo Ferrari

184

MuseoAereoJakartakita.com – Pada tahun 2015 ini, tahun kedua keberadaannya, Museum Ferrari (Museo Enzo Ferrari atau MEF) yang berdiri tepat di rumah Enzo Ferrari dilahirkan di Modena pada tahun 1898 dibuka dengan dua atraksi berbeda yang sama menariknya.

Area yang sebelumnya menjadi kantor Alfredo Ferrari, ayah Enzo, pada awal abad lalu, kini dijadikan Museum of Ferrari Engines. Area ini dibagi menjadi enam bagian: mesin eksperimental, mesin berkapasitas kecil 2-6 silinder, mesin klasik 12 silinder, mesin 8 silinder, turbo charged, dan mesin Formula 1. Di setiap bagian, terdapat sebuah video 3D yang menjelaskan ciri khas dari berbagai mesin tersebut dan cara kerjanya.

Selain mesin, di area ini ditampilkan juga beberapa mobil yang menggunakan mesin-mesin tersebut. Mulai dari mobil yang digunakan Ascari untuk memenangkan kejuaraan-kejuaraan dunia tahun 1952 dan 1953 hingga Sport 750 Monza yang masyhur, dari Formula 1 turbo pegangan Villeneuve hingga F60, Ferrari pertama yang dilengkapi dengan KERS.

Tak hanya pameran “teknis”, di museum ini juga dapat ditemukan penghormatan bagi Luciano Pavarotti. Bintang opera ini lahir pada tahun 1935, saat Enzo Ferrari berusia 37 tahun. Walaupun usia mereka berbeda jauh, namun keduanya saling mengenal dan menghormati satu sama lain. Ferrari, yang saat mudanya bermimpi menjadi penyanyi opera, menyambut kedatangan sosok berbakat yang kala itu tengah naik daun di Maranello. Pavarotti yang sebelumnya telah membeli sebuah Maserati Ghibli bekas, dapat dapat ditemui di MEF, menginginkan sebuah Ferrari. Ia pun memilih F40, yang juga ditampilkan di museum ini.

Berkat teknologi yang menggunakan 19 proyektor, para pengunjung akan dibuat terpukau saat menyaksikan sebuah video berjudul “Enzo e Luciano: da Modena a Modena” yang memiliki soundtrack yang menampilkan beberapa lagu indah dari penyanyi tenor tersebut. Gambar-gambar dalam video ini menceritakan kesamaan dari Ferrari dan Pavarotti: asal usul mereka, kesuksesan mereka di panggung dunia, para penggemar dan pengagum mereka, serta pengakuan internasional atas pencapaian mereka. Dari segi penampilan keseluruhan, pameran ini menonjolkan hal-hal detil yang menjadi ciri khas kedua pria tersebut, misalnya seperti kacamata gelap milik Ferrari dan syal serta topi Borsalino milik Pavarotti.

grand-prix-ausstellung-im-museo-casa-enzo-ferrari-2Melengkapi pameran ini, berbagai mobil Ferrari paling terkenal juga turut ditampilkan di pavilion ini, mulai dari model paling awal, yaitu 1948 166 Touring, hingga LaFerrari yang sangat menakjubkan.

Berkat kolaborasi dengan beberapa organisasi seni asal kota Verona seperti Fondazione Arena dan Arena Museo Opera, para pengunjung pun dapat mengagumi desain-desain panggung yang pernah digunakan oleh Pavarotti selama masa karirnya.

Pameran ini dibuka hingga Februari 2016 dan dapat dikunjungi secara khusus (terpisah) ataupun sebagai bagian dari paket kunjungan ke museum Ferrari di Maranello.

Lebih lanjut, mulai 4 April, pengelola akan menyediakan sebuah “paspor” seharga 60 Euro untuk dua hari, termasuk biaya shuttle ke Museum Ferrari, rumah Pavarotti dan lokasi lain yang menarik di area tersebut, misalnya seperti berwisata kuliner dan wine dengan mengunjungi pabrik-pabrik pembuat keju milik Parmigiano Reggiano, gudang wine The Lambrusco, pembuat Balsamic vinegar, dan Salumeria (delicatessen) Museum. Selain itu, masih ada lagi kunjungan wisata budaya ke Modena, Nonantola dan biaranya, serta ke pabrik dan museum keramik di Sassuola yang dikenal akan kerajinan tanah liatnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

IndonesianEnglishDutchChinese (Simplified)Malay
%d bloggers like this: