Info Jakarta - Berita Jakarta - Semua Tentang Jakarta

Jangan Buru-Buru Menikah Hanya Karena Alasan Ini!

470
foto: istimewa
foto: istimewa

Jakartakita.com – Pernikahan merupakan salah satu momen paling indah dalam hidup. Memakai baju pengantin menjadi impian bagi semua orang.

Artikel Terkait
1 daripada 4

Ada berjuta alasan orang hingga akhirnya memutuskan menikah. Namun sayang tidak semua alasan cukup untuk mempertahan pernikahan yang sakral.

Ada baiknya Anda tidak menikah hanya karena alasan berikut ini!

Married by Accident (MBA)

Tak sedikit pasangan yang menikah karena MBA atau hamil duluan. Tentu saja menikah bukanlah solusi tepat untuk melegalkan hubungan terlarang Anda. Bagaimana kalau Anda terpaksa menikah hanya karena Anda hamil tetapi Anda tahu kalau dia bukan lelaki yang baik? Maka pernikahan juga tidak akan membuat Anda bahagia. Makanya pikir seribu kali sebelum Anda memutuskan untuk melakukan seks di luar pernikahan! Nikmat sesaat akan membuat penyesalan seumur hidup.

Tekanan keluarga

Meski zaman sudah modern, menikah paksa seperti di zaman Siti Nurbaya masih saja terjadi. Banyak orang tua yang memaksakan pilihannya kepada anak-anak mereka dengan alasan untuk kebahagiaan sang anak. Kalau Anda ada di posisi ini, sebisa mungkin diskusikan pada orang tua Anda bahwa pernikahan bukan hanya untuk sesaat tetapi seumur hidup. Mintalah waktu pada orang tua untuk mengenal lebih dekat calon yang disodorkan orang tua Anda atau sodorkan pria pilihan Anda!

Karena teman sepantaran sudah menikah

Tidak sedikit orang yang menikah hanya karena jenuh ditanya orang “Kapan menikah?” Apalagi teman-teman sepantaran sudah menikah. Terburu-buru menikah hanya untuk memenangkan kompetisi bukanlah ide baik.

Camkanlah baik-baik kalau ini adalah hidup Anda!

Melegalkan seks

Pernikahan memang melegalkan seks secara hukum dan agama, tapi seks tidak akan menyelesaikan masalah yang lain. Urungkan niat jika Anda menikah hanya demi seks.

Karena sudah lama pacaran

Orang yang sudah berpacaran lama, sejak usia tujuh tahun misalnya, akhirnya memutuskan untuk menikah. Mereka takut berpisah, namun ide pernikahan tidak membuat perasaan mereka meletup-letup. Mereka menikah karena tidak ada pilihan lain. Bisa ditebak, pernikahan mereka akan diliputi kebosanan.

Lamanya pacaran tidak akan menjamin pernikahan Anda akan langgeng. Tidak sedikit pasangan yang menikah hanya melalui proses taaruf (pengenalan) sebentar justru langgeng.

Untuk melarikan diri dari keluarga

Banyak keluarga bertindak abusif dan sama sekali kurang perhatian karena sibuk.  Akibatnya, tidak sedikit remaja yang kawin lari dengan pacarnya untuk bisa terbebas dari keluarga. Nah, pertimbangan yang tidak matang ini bisa menjadi penyesalan di kemudian hari.

Kesepian

Menikah memang membuat Anda memiliki pasangan, namun tidak menjamin Anda tidak lagi kesepian. Hal ini akan terjadi jika Anda dan dia tidak memiliki perasaan khusus satu sama lain.

Bosan bekerja

Kalau Anda wanita karir yang kemudian ingin menikah karena sudah bosan bekerja. Anda salah besar! Yakin, setelah menikah nanti Anda tidak akan bosan lagi dengan rutinitas sebagai ibu rumah tangga?


Interested in writing for Jakartakita.com? We are looking for information and opinions from experts in a variety of fields or others with appropriate writing skills.
The content must be original on the following topics: lifestyle (beauty, fashion, food), entertainment, science & technology, health, parenting, social media, and sports.
Send your piece to redaksi@jakartakita.com

Open chat
1
Hello can we help you?